Profil Pengasuh Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an An-Nur
- Rabu, 08 Februari 2023
- Admin
- 0 komentar
KH. Iwan Rismansyah, Lc., M.Pd., Gr., Al-Hafizh. merupakan pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an (PPTQ) An-Nur yang berlokasi di Desa Suka Pindah Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Beliau dikenal sebagai ulama muda yang aktif dalam dakwah, pendidikan Islam, serta pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an.
Lahir di Paldas, Banyuasin pada tanggal 23 Februari 1984, beliau tumbuh dalam lingkungan religius yang membentuk kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an dan ilmu agama. Ayah beliau yaitu H. M. Noer Ishak adalah tokoh agama yang menjabat sebagai ketib (P3N) Desa Paldas pada masanya, merupakan alumni Ponpes Nurul Islam Seribandung. Semangat menuntut ilmu membawa beliau menempuh pendidikan di berbagai lembaga Pendidikan Islam terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri.
Perjalanan pendidikan beliau dimulai dari SDN 1 Paldas Banyuasin ( 1991-1996), kemudian melanjutkan pendidikan pesantren di MI Pondok Pesantren Nurul Islam Sribandung (1997-1999). Setelah itu beliau menimba ilmu di MTs dan MA Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang Bukittinggi (2000-2005), salah satu pusat pendidikan Islam tradisional tertua di Sumatera barat yang melahirkan banyak ulama Nusantara.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Indonesia, beliau melanjutkan pengembaraan ilmiahnya Timur Tengah, ke Damaskus, Suriah. Di sana beliau belajar di Institut Al-Fath Al-Islamy (2007) dan menyelesaikan pendidikan S1 di Institut Syekh Ahmad Kaftaru (2008-2011), disana beliau memperdalam berbagai disiplin ilmu syariat, bahasa Arab, tafsir, hadits, dan fiqih. Diantara guru-guru beliau dikampus: Syekh 'Adnan Afyuni, Dr. Bassam Daud 'Ejk, Dr. Abdussalam Rajih, Dr. 'Alauddin Za'tari, Dr. 'Alauddin Al-Hamwi, Dr. M. Syarif As-Showwaf, Beliau juga menyelesaikan Pendidikan S2 magister Pendidikan di Universitas Islam An-Nur Lampung (2023-2025)
Selain pendidikan formal, beliau juga menempuh jalur talaqqi dan sanad keilmuan kepada para ulama. Semasa mondok beliau talaqqi kitab-kitab turats dengan Buya H. Amran A. Shomad, pewaris sanad keilmuan Inyiak Canduang.
Beliau menyelesaikan talaqqi Al-Qur’an 30 juz bersama KH. Nawawi Dencik Al-Hafizh, Talaqqi juz 30 dengan Syekh Dr. mahir, serta talaqqi & memperoleh ijazah Al-Qur’an bersanad dari Syekh Ibrahim Hadid. Dalam bidang fiqih, beliau bertalaqqi dan mendapatkan ijazah kitab fiqih Mazhab Syafi’i dari Syekh Prof. Dr. Mustafa Dieb Al-Bugha. Semasa kuliah di Damaskus beliau juga mendalami kitab-kitab turats bersama Syekh Rusydi Qolam dan ulama-ulama Syam lainnya dengan menghadiri dars yang diadakan di masjid-masjid Damaskus
Keilmuan dan akhlak beliau dibentuk melalui bimbingan para guru dan ulama kharismatik, di antaranya KH. Fakhrul Razi, Lc.: Ulama senior yang menjadi pilar keilmuan hadits, tafsir, dan bahasa di PPNI Seribandung. Kiai Hasan Arfani: Ulama sepuh kharismatik pengajar kitab-kitab klasik syariat di kalangan santri. Buya H. Amran A. Shomad: Ulama senior kharismatik pewaris sanad keilmuan Inyiak Canduang yang menjadi pengajar utama kitab kuning di MTI Candung. Buya Syamsu Kamal: Ulama pakar alat keilmuan (Nahwu, Sharaf, Balaghah) dan fiqih Syafi'iyyah di MTI Candung. Dari para guru tersebut dan guru-guru lainnya semasa beliau mondok dan menuntut ilmu di Damaskus, beliau memperoleh bekal ilmu, adab, serta keteladanan dalam berdakwah dan mendidik umat.
Pada tanggal 14 Juni 2020, beliau mendirikan Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an An-Nur di bawah naungan Yayasan Nur Mubin Banyuasin. Pesantren ini hadir sebagai lembaga pendidikan Islam yang fokus pada pembinaan ilmu & tahfizh Al-Qur’an, penguatan akidah Ahlussunnah wal Jama’ah, pendidikan diniyah, serta pembentukan akhlak dan karakter santri.
Di bawah kepemimpinan beliau, Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an An-Nur berkembang menjadi pusat ilmu pengetahuan dan pendidikan Al-Qur’an yang mengedepankan keseimbangan antara hafalan, pemahaman agama, adab, dan pengamalan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
Selain sebagai Pengasuh Pesantren, beliau Aktif sebagai anggota Komisi Fatwa MUI Kab. Banyuasin (2025-2030) dan Sekretaris Bidang Studi dan Pengembangan DPD Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan (Forpess) Kab. Banyuasin (2026-2030).
Dalam kehidupan keluarga, beliau menikah dengan Hj. Ratna Dharmayanti, S.Pd.I dan dikaruniai lima orang anak. Dukungan dan doa keluarga terutama dari ibunya yaitu Hj. Ningyu binti Syarif dan kakaknya yaitu H. Darul Qutni, SE serta istrinya Hj. Ratna Dharmayanti, S. Pd. I menjadi bagian penting dalam perjuangan dakwah dan pendidikan yang beliau jalankan hingga saat ini.
